Wewe Gombel

Posted: Mei 11, 2012 in Makhluk, Makhluk Astral
Tag:

Wewe Gombel seperti yang kita ketahui bahwa ia adalah hantu yang sangat unik (maaf bukannya mau porno) karena memiliki ukuran payudara yang agak panjang dari wanita normal tapi sebenarnya keunikannya sendiri bukan dari segi yang tadi telah saya sebutkan tapi dari segi historisnya atau bahasa indonesianya dari segi sejarahnya yang memiliki kisah yang cukup mengharukan.

Konon Wewe Gombel dulunya adalah wanita yang menarik meskipun tidak terlalu cantik dan ia telah bersuami, ia tinggal di daerah gombel, semarang. Setelah sekian lama merka menikah namun belum juga dikaruniai sorang anak, kesedihannya tidak cukup sampai disitu saja, semakin lama suaminya tidak perhatian lagi kepadanya, bahkan mulai agak kasar kepada dia. Pada suatu hari sang istri mendapat kabar bahwa suaminya berselingkuh namun suaminya beralasan bahwa ia menginginkan seorang anak dan istrinya tidak dapat memenuhi permintaanya, mulailah pertengkaran diantara mereka, akhirnya sang suami mengasingkan sang istrinya, kesedihanpun memuncak bahkan ia sampai menjadi agak gila dan tertekan hingga ia tidak tahan lagi dan akhirnya membunuh suaminya.

Warga yang mengetahui bahwa sang suami di bunuh oleh istrinya sendiri, kemudian mengumpulkan masa dan sang istripun melarikan diri sampai pada akhirnya bunuh diri disuatu tempat (tidak tau dimana tempatnya) dan ia pun gentayangan, biasanya ia menculik anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya tujuannya agar si orang tua sadar akan kesalahannya dan apabila orang tuanya telah menyadari kesalahannya maka iapun melepaskannya kembali. Walaupun ia menculik tapi sang anak yang diculik tidak dicelakakan olehnya karena tujuannya agar orang tua menyayangi anaknya. Biasanya ia beroprasi disekitar waktu magrib. Namun ada juga yang beranggapan bahwa gombel itu berasal dari bajunya yang seperti gembel.


Image

Bagi masyarakat yang ada di pedesaan, hantu Wewe Gombel tidak asing lagi. Dalam budaya Jawa, wewe diistilahkan hantu yang mirip manusia, sangat mengerikan dengan taring, mata kehijauan, baju compang-camping dan rambut serta kuku panjang tidak terawat. Biasanya Wewe Gombel (gombel istilah dari baju yang sangat jelek), melakukan aksinya pada saat menjelang Maghrib. Orang yang diculik Wewe Gombel tidak tahu, karena Wewe Gombel merubah dirinya menjadi saudara atau kakak, adik, orang tua dan siapa saja yang dikenal si korban.

Wewe Gombel akan mengajak korban jalan-jalan, kemudian ditempatkan di tempat tinggalnya, bisa di selokan, pinggir sungai, makam, pohon-pohon yang rimbun dan sebagainya. Wewe Gombel di tahun 1980 sangat melekat di benak penduduk Gesing Purworejo, Jawa Tengah, banyak sudah korban-korban penculikan. Menjelang sore hari, warga Gesing khususnya anak-anak dilarang keluar dari rumah, guna menghindari penculikan Wewe Gombel.

Ada seseorang narasumber mencoba mengungkap kembali apa yang terjadi di tahun itu, kebetulan narasumber ikut membantu mencari seorang anak bernama Mulyani yang diculik Wewe Gombel. Pada waktu itu sekitar pukul 21.00, seoarang anak hilang. Biasanya anak yang benama Mulyani ini, sore menjelang malam sudah bekumpul bersama keluarga, tetapi saat itu tidak ada. Akhirnya keluarga korban melapor pada RT setempat, menurut orang pintar yang ada di desa itu, Mulyani dibawa sejenis roh jahat yaitu wewe.

Atas petunjuk orang pintar tersebut, diadakan pencarian, pada waktu itu narasumber ikut pula membantu bersama warga, mencari keberadaan Mulyani. Syarat mencari orang yang diculik Wewe Gombel adalah dengan cara membawa peralatan dapur, bisa wajan, ember, piring, gelas, mangkok dan lain-lainnya. Peralatan itu dipukul seiring dalam pencarian korban. Memang suasana menjadi ramai, akan tetapi suara itu juga menimbulkan rasa merinding, karena korban bersama hantu Wewe Gombel. Menurut ceritera, Wewe Gombel sangat takut mendengar bunyi-bunyian dari peralatan dapur, kemudian Wewe Gombel akan lari menjauh dari suara itu. Tentunya harapan penduduk, dengan perginya Wewe Gombel, korban akan ditinggalkan.

Setelah sekian lama mencari, Mulyani ditemukan di atas pohon beringin yang sangat rimbun. Kondisi korban tidak bisa berbicara, baju yang dipakai sudah diganti dengan kain yang sangat kumal, rumput kering menempel di sekujur badannya.

Setelah Mulyani diberi minum, barulah dapat berbicara. Dia berceritera bahwa pada waktu mandi didatangi ibunya untuk diajak jalan-jalan, mengunjungi tempat-tempat yang ramai, setelah itu tidak ingat lagi. Tentunya penduduk Gesing sudah tidak asing lagi dengan kejadian seperti ini, karena hantu Wewe Gombel melakukan penculikan dengan cara yang sama, membawa korban, merubah dirinya menjadi saudara, kemudian membuat korban tidak sadar atau linglung. Untuk itu diperlukan kewaspadaan dalam menjaga anak, di antaranya melarang anak main pada saat menjelang senja, mandi sendiri di luar rumah, ke tempat-tempat yang tidak lazim, misal pantai, sungai, tempat sampah dan sebagainya.

Makhluk Astral – Wewe Gombel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s