Leak

Posted: Mei 15, 2012 in Makhluk, Makhluk Astral
Tag:
Leak, dikenal dalam mitologi Bali dimana Leak ini adalah penyihir jahat, Le yang artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat pada malam hari yang biasanya hanya bisa dilihat oleh para dukun pemburu Leak, dimana pada siang hari ia tampak seperti manusia pada umumnya.
Pada malam hari Leak ini berada di kuburan untuk mencari organ-organ tubuh manusia atau jeroan yang digunakan untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir ini berguna untuk mengubah bentuk Leak tersebut menjadi seekor harimau,kera, babi atau menjadi seperti rangda, atau lebih ekstrim lagi terkadang ia mampu mengambil organ dari orang yang masih hidup.
Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah bayi yang masih di kandungan. Ada tiga Leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.
Sihir Leak disini hanya berfungsi di pulau Bali, oleh karena Leak hanya ditemukan di Bali.Menurut kepercayaan Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat merubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam .
Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati.
Image
Kisah Leak yang terkenal adalah cerita dari abad 11 masehi waktu pemerintahan Raja Erlangga di Bali. Pada masa tersebut ada seorang Janda yang bernama Calonarang (bukan Calon Arang) yang menurut warga sekitar sedang mempelajari ilmu hitam karena dia sering melantunkan kidung-kidung dengan bahasa yang aneh dan sering mengurung diri pada saat matahari terbenam dan terbit.

Dan sejak kepindahannya dari merantau jauh bersama anaknya, di sekitar tempat tinggalnya terjadi banyak bencana bahkan juga datang wabah penyakit. Karena masyarakat yang takut dan benci pada Calonarang yang diduga mempelajari ilmu hitam, maka saat putrinya Calonarang, Ratna Manggali, sudah masuk usia untuk menikah, tidak ada satupun pemuda yang mau meminangnya.

Reputasi buruknya akhirnya mencapai Istana beberapa prajurit istana mengambil inisiatif sendiri untuk menghukum sang janda. Karena takut untuk berhadapan langsung, maka para prajurit tersebut berencana membunuh Calonarang dimalam hari saat dia tertidur. Namun saat melakukan rencananya, Calonarang terbangun dan marah saat melihat ada orang yang berniat membunuhnya. Oleh karena itu matanya melotot hampir keluar dan gigi taringnya memanjang dan dari mulutnya menyemburkan api yang membunuh semua prajurit yang berniat membunuhnya.

Itulah sekilas tentang cerita Leak yang pertama tercatat di sejarah. Well, sesuai aturan, gue tidak akan mengajarkan bagaimana cara nge-Leak agar bisa menggunakan beberapa ilmunya yang menggiurkan misalnya teleport, membunuh tanpa dicurigai polisi, hipnotis dll .

Image
Pada siang hari, Leak terlihat sebagai manusia biasa. Yah, pastinya karena manusia lah yang jadi Leak. Dan pada malam hari baru berubah wujud jadi bentuk gaib nya tergantung kemampuan praktisi nya. Leak tidak harus berwujud seperti pada foto diatas dimana bertaring panjang, berlidah panjang lengkap dengan api yang membakarnya (itu ceritanya lidahnya berapi), mata melotot besar serta kulit yang bergaris garis. Menurut orang yang ilmunya sudah cukup untuk bisa melihat wujud Leak, Leak wujudnya beragam dari bola api terbang (paling standar katanya), kepala terbang dengan organ tubuh yang menggantung, monyet kuning, Babi dll .
Image
Dalam ilmu hitam terdapat beberapa jenis ramuan yang memerlukan organ dalam manusia yang secara teknis susah didapat apalagi bila diperlukan dalam keadaan segar. Dengan menjadi Leak bisa dapat dengan mudah mendapatkannya, bahkan tanpa meninggalkan yang namanya bekas operasi. Jaman dulu Banyak wanita hamil yang keguguran, konon katanya janinnya diambil oleh Leak. Dan apabila ada keluarga yang meninggal, sesegera mungkin sebaiknya dilakukan upacara Ngaben (kremasi) agar organ tubuhnya tidak diambil Leak.
Kenapa Harus Di Kuburan ?
Paham Leak adalah apapun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan. Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat yang tersuci selain di kuburan, kenapa demikian di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit, bagi penganut tantric bermeditasi di kuburan di sebut meditasi “KAVALIKA”. Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang meyeramkan, ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar “tatwaning ulun setra” sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa. Sang Buda kecapi, Mpu kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan, di Jawa tradisi ini di sebut  “TIRAKAT”. Di Bali ada beberapa daerah yang terkesan lucu mengganggap kuburan adalah tempat sebel, leteh, ketika ada orang meninggal, atau ngaben, tidak boleh sembahhyang ke pura karena sebel, padahal kalau ngaben kita juga mengahaturkan panca sembah kepada Hyang Widi di kuburan, lantas di mana letak beda sebel Pura dan sebel kuburan bagi TUHAN ? itu hanya awig-awig manusia. Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari, ada tujuh tingkatan Leak, Leak barak (brahma) ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api, Leak bulan,  Leak pemamoran, Leak bunga, Leak sari, Leak cemeng rangdu, Leak siwa klakah, Leak siwa klakah inilah yang tertinggi, sebab dari ke tujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya. Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu, di sinilah penganut Leak sering kecele, ketika emosinya labil ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan, sama halnya seperti pistol salah pakai berbahaya. Makanya kestabilan emosi sangat penting, dan di sini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran.
Sumpah Leak

1. Hormat dan taat dengan ajaran yang di berikan oleh guru,

2. Selalu melakukan ajapa – ajapa dan menyembah SIWA dan DURGA dalam bentuk ilmu kawisesan,

3. Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet, selalu menjalankan darma,

4. Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh bersetubuh ( zina),

5. tidak boleh menyakiti atau dengan carapapun melalui ilmu yang kita pelajari.
Mungkin karena peraturan no 4 ini sangat ditakuti akhirnya kebanyakan ilmu ini di pelajari oleh perempuan, sebab perempuan lebih kuat menahan nafsu birahi dari laki-laki. Di Bali yang namanya Rangda selalu indentik dengan wajah seram, tapi di jawa di sebut Rondo berarti janda, inilah alasanya kenapa dahulu para janda lebih menguasai ilmu pengeLeakan ini dari pada laki-laki, dikarenakan wanita lebih kuat nahan nafsu. Pada dasarnya kalau boleh saya katakan ilmu ini berasal dari tanah Jawa, campuran aliran SIWA dan BUDHA, yang di sebut dengan BAJRAYANA.

 Tingkat Pelajaran

Tingkat satu  kita diajari bagaimana mengendalikan pernafasan, di bali dan bahasa lontar di sebut MEKEK ANGKIHAN, atau PRANAYAMA.

Tingkat dua  kita diajarkan VISUALISASI, dalam ajaran ini di sebut ” NINGGALIN SANGHYANG MENGET“

Tingkat tiga  kita diajar bagaimana kita melindungi diri dengan tingkah laku yang halus serta tanpa emosi dan dendam, di ajaran ini di sebut “PENGRAKSA JIWA.

Tingkat empat  kita di ajar kombinasi antara gerak pikiran dengan gerak tubuh, dalam bahasa yoga di sebut MUDRA, karena mudra ini berupa tarian jiwa akhirnya orang yang melihat atau yang nonton di bilang ” NENGKLENG ( berdiri dengan kaki satu ).
Mudra yang di pelajari persis seperti tarian siwa nata raja.

Tingkat lima  barulah kita diajar MEDITASI, dalam ajaran pengeLeakan disebut ”NGEREGEP, yaitu duduk bersila tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur pernafasan sehingga pikiran kita tenang atau ngereh, dan ngelekas.

Tingakat enam  kita di ajarkan bagaimana melepas roh ( MULIH SANGHYANG ATMA RING BAYU SANDA IDEP ) melalui kekuatan pikiran dan batin dalam bahasa sekarang disebut LEVITASI, berada di luar badan. Pada saat levitasi kita memang melihat badan kita terbujur kaku tanpa daya namun kesadaran kita sudah pindah ke badan halus, dan di sinilah orang disebut berhasil dalam ilmu Leak tersebut, namun ini cukup berbahaya kalau tidak waspada dan kuat iman serta mental kita akan keliru, bahkan kita bisa tersesat di alam gaib. Makanya kalau sampai tersesat dan lama bisa mati, ini disebut mati suri, maka begawadgita benar sekali, ( apapun yang kamu ingat pada saat kematian ke sanalah kamu sampai dan apapun yang kamu pikirkan begitulah jadinya ) .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s